Book Review: Blue Ocean Strategy

Blue Ocean Strategy BookKetika pulang dari acara munas MIFTA Desember 2006 lalu, saya diantar Eko BS sampai terminal Lebak Bulus. Nah tidak itu saja, saya malah diberi hadiah berupa buku “Blue Ocean Strategy” karangan W. Chan Kim dan Renee Mauborgene. Buku tersebut merupakan buku terjemahan dalam bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Penerbit Serambi. Jazakumulloh Khoiron Katsiro, Mas Eko, atas hadiahnya.

Setelah saya membacanya, ternyata buku ini memang luar biasa. Blue Ocean Strategy mengajak kita untuk hijrah dari persaingan bisnis dalam kubangan Red Ocean menuju inovasi nilai dalam Blue Ocean. Dengan cara ini kita diharapkan tidak berdarah-darah dalam persaingan Red Ocean.

Blue Ocean Strategy menggunakan konsep inovasi nilai, bukannya inovasi technologi. Inovasi nilai memberikan penekanan setara pada nilai dan inovasi. Nilai tanpa inovasi cenderung berfokud pada penciptaan nilai dalam sekala besar, sesuatu yang meningkatkan nilai tetapi tidak memadai untuk untuk membuat Anda unggul secara menonjol di pasar. Sebaliknya inovasi tanpa nilai cenderung mengandalkan teknologi, pelopor pasar, atau futuristik, dan sering membidik sesuatu yang belum siap diterima dan dikonsumsi oleh pembeli.

Buku Blue Ocean Strategy didasari oleh penelitian pengarangnya terhadap perusahaan-perusaan sejak seratus tahun yang lalu. Dari penelitian tersebut didapati bahwa perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang selalu melakukan inovasi, bukan inovasi technologi saja, tetapi lebih tepat inovasi nilai.

Konsep Blue Ocean Strategy bukan sekedar wacana tetapi real, karena itu buku ini juga dilengkapi panduan bagaimana cara memperoleh samudra biru yang bisa diterapkan. Berikut ini daftar isi buku tersebut:

Bagian Satu : Strategi Samudera Biru
1. Menciptakan Samudera Biru
2. Kerangka Kerja dan Alat Analisis

Bagian Dua : Merumuskan Strategi samudera Biru
3. Merekonstruksi Batasan-Batasan Pasar
4. Fokus pada Gambar Besar, Bukan pada Angka
5. Menjangkau Melampaui Permintaan yang Ada
6. Menjalankan Rangkaian Strategis Secara Benar

Bagian Tiga : Mengeksekusi Samudera Buru
7. Mengatasi Rintangan-Rintangan Utama Samudera Biru
8. Mengintegrasikan Eksekusi ke dalam Strategi Samudra Biru
9. Kesimpulan: Kelanggengan dan Pembaruan Strategi Samudra Biru

Kesimpulan: Buku ini layak untuk Anda miliki, selain gagasan dan metode-metode yang diberikan, buku ini juga berisi contoh kasus Samudera Biru di perusahaan-perusahaan besar di dunia.

Agus Suhartono

Blue Ocean Strategy

Beberapa hari yang lalu di milis cio-indonesia@yahoogroups.com ada topik menarik tentang “Blue Ocean Strategy”. Saya sempat ikut posting beberapa kali. Salah satunya berikut ini:

Saya fikir tidak sepenuhnya “new product at old market”. Justruideal-nya sebuah samudra biru ini bisa menciptakan new market, apalagikonsep samudera biru ini pada inovasi nilai, bukan inovasi teknlogi.

Sebagai contoh (dari buku Blue Ocean Strategy) Cirque du Soleil,mencampur sirkus dan teater, ini akhirnya berampak pada penciptaanpasar diluar penggemar sirkus. Tapi memang ujung-ujungnya mengambiljuga sebgian market sirkus dan market teater sekaligus.

Contoh lain ketika kita menjual barang mahal, maka pasar yang bisaditembus yah yang kelas atas, tetapi dengan menyewakan atau kredit, maka tidak hanya pasar kelas atas yang bisa diambil, tetapi pasardengan level dibawahnya pun bisa ditembus

Kalau saya sendiri diminta memilih, maka saya memilih mix, gabungan.Kita jangan lari dari pertarungan, tetapi selalu berinovasi itu perlu,baik itu inovasi teknologi maupun inovasi nilai.

Dalam bukunya “Hi-Tech Hi-Touch Branding”-nya Paul Temporal,dijelaskan bahwa Hi-Tech ini karakteristiknya mudah ditiru. Karenaitu butuh pengembangan brand yang baik.

Nah kalau teknologi saja mudah ditiru apalagi kalau hanya inovasinilai, yang tidak butuh riset dsb (atau riset yg lebih kecil lingkupnya), yang diperlukan hanya keberanian untuk melangkah.

Jadi kesimpulan saya, inovasi nilai umurnya lebih pendek dibandinginovasi teknologi, itu artinya ketika kita mencetuskan sebuah samudra biru, kita harus siap-siap untuk menuju samudera merah kembali. Nah sebaiknya sebelum mempublikasikan sebuah samudera biru, kita harus kokoh, kalau tidak orang lain yang aka memetik hasilnya.

Dan sesuai konsep marketing, jangan takut diikuti, kita berharap,
ketika ada pengekor, maka kita harus bisa jadi Market Leader.