Law #2 The Law of the Category
The Law of the Category menjelaskan bahwa jika Anda tidak bisa menjadi yang pertama di kategori Anda, maka buatlah kategori baru. Bisa dikatakan ini merupakan cara lain untuk menjelaskan konsep “differentiation”. Juga sangat erat dengan konsep “Blue Ocean Stragegy” yang diusung oleh Kim dan Mauborgne yang saat ini sedang ngetren.
Intrepreneur baru biasanya cenderung untuk berfikir idealis/teoritis dalam term ini untuk mencari produk yang lebih baik dibanding produk kompetitor. Tetapi sangat sering terjadi bahwa produk yang berbeda (different) lebih penting dari pada produk yang lebih baik.Dan untuk masing-masing kategori, seseoarang akan menjadi pemimpin (leader). Dengan kata lain market yang besar sebenarnya terdiri dari sekumpulan market kecil. Masuklah ke market yang besar, maka kemungkinan besar Anda akan menjadi pecundang. Masuklah ke market kecil maka Anda kemungkinan akan menjadi pemenang.
Jangan berfikir MacOS adalah nomor dua dalam platform desktop computing. Berfikirlah bahwa MacOS adalah desktop computer nomor satu dalam kategori graphic design. Perbedaan ini menggaris bawahi kategori dimana Apple menjadi nomor satu.
Tetapi ada relatifitas ukuran antara dua kategori yang berbeda. Microsoft saat ini menjadi number one dalam kategori dimana Apple sudah bertahun-tahun menjadi nomber one. Mencari kategori dimana Apple adalah number one bukanlah usaha untuk mengklaim equalitas. Tetapi cukup sederhana dengan menerangkan siapa yang membeli Macintosh dan apa pembeda yang penting untuk mereka.
Poin dari pembuatan kategori adalah memastikan Anda dan pelanggan Anda memahami apa kunci perbedaan Anda. Apa yang membuat Anda berbeda? Untuk siapa perbedaan itu? Dalam benak masyarakat, Anda adalah number one.