Penggunaan *CMS* berlisensi *Free/Open Source* untuk Situs Portal eGovernment
Saat ini banyak instasi pemerintah, baik di tingkat kabupaten, propinsi maupun pusat, ‘berlomba-lomba’ membuat situs web. Tren ini tentu saja baik dan perlu didukung.
Tetapi ada masalah yang perlu dicermati, yakni pemilihan penggunaan teknologi yang digunakan dan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk membangun situs web yang bersangkutan.
Tren dari situs eGov ini adalah sebuah portal web yang menggunakan aplikasi berbasis web. Sebuah aplikasi berbasis web yang benar-benar tangguh, jika semua dibuat sendiri oleh pengembang, akan berharga mahal (bisa mencapai ratusan juta) karena sangat kompleks. Arti ‘tangguh’ ini termasuk dalam hal keamanan, fleksibilitas, modularitas untuk kemudahan dalam pengembangan selanjutnya. Itupun kualitasnya belum terjamin, terutama masalah keamanan. Kemanan menjadi begitu penting mengingat aplikasi internet terbuka bagi siapapun untuk mencoba memasukinya.
CMS Sebagai Solusi
Di sini penulis ingin memberi solusi lain yang sebenarnya sudah diketahui dan diterapkan oleh banyak pihak, yaitu penggunaan CMS Open Source dengan lisensi GNU/GPL (Copy Left). CMS adalah singkatan dari Content Management System, yaitu sebuah aplikasi web yang berfungsi untuk manajemen isi web. CMS ini dibuat modular sehingga dimungkinkan untuk pembuatan modul tambahan sesuai dengan kebutuhan.
Lisensi GNU/GPL menungkinkan kita untuk menggunakan aplikasi CMS tanpa dibebani biaya. Walaupun gratis tetapi ketangguhannya tidak diragukan karena dikembangkan oleh puluhan orang dari berbagai belahan dunia.
Contoh CMS yang banyak digunakan adalah Mambo, phpNuke, PostNuke, Xaraya, MDPro, Xoops, ezPublish, dll. Pemilihan penggunaan CMS bisa tergantung dari kebutuhan dan kemampuan yang ada.
Berapa Biaya yang Dibutuhkan?
Agar lebih bisa memperkirakan besarnya biaya yang dibutuhkan, penulis juga akan menjelaskan komponen biaya dasar dalam pembuatan situs web/portal dengan CMS. Tetapi penulis tidak menyebutkan besarnya nilai.
Komponen biaya tersebut adalah:
1. Analisa & Perencanaan
2. Instalasi CMS standar
3. Instalasi Modul CMS
4. Pembuatan Template/Theme
5. Pembuatan Module tambahan
6. Pengisian data
7. Pelatihan & Buku Panduan Pengoperasian Situs
8. Support/Layanan dukungan pasca proyek.
Analisa & Perencanaan merupakan komponen yang cukup mahal, karena kualitas dari web portal nantinya akan sangat ditentukan oleh tahap ini.
Instalasi CMS standar dan Modul-nya merupakan komponen biaya yang stabil. Parameternya hanya berupa ‘jenis’ CMS dan modul yang di gunakan serta ‘jumlah’ modul yang di-install. CMS standar biasanya sudah termasuk manajemen berita, weblink dan download. Sedangkan modul tambahan bisa berupa forum diskusi, chatting, iklan-baris, dll.
Template/Theme akan menentukan tampilan situs. Biaya pembuatan template bisa sangan bervariatif tergantung kualitas desain yang dibuat dan tingkat kesulitannya. Ada dua tahab dalam membuat template/theme:
* Pembuatan desain situs, dikerjakan oleh designer
* Konversi dari desain ke template/theme, bisa dikerjakan oleh designer, tetapi pada tingkat tertentu harus dikerjakan oleh programmer.
Pembuatan modul tambahan merupakan komponen yang termahal, dan biayanya sangat bervariatif tergantung tingkat kesulitan dan jumlah modul yang dibuat. Aplikasi-aplikasi Sistem Information Management (SIM) Online, seperti SIM Gaji Online, SIM Potensi Daerah Online dibuat sebagai modul-modul CMS.
Pengisian data juga memiliki tingkat biaya yang berfariatif, tergantung jenis dan besarnya data. Pada tingkat tertentu, pengisian data ini bisa dilakukan oleh pegawai pemda sendiri (KPDE), tentu saja setelah dilakukan pelatihan terlebih dahulu.
Pelatihan dan buku panduan pemakaian situs merupakan unsur yang tidak boleh dilewatkan. Secanggih apapun situs Anda, kalau Anda tidak dapat mengoperasikannya, maka tiada guna. Kemampuan pengoperasian yang baik juga dapat menghindari ketergantungan dengan pihak ketiga.
Support atau layanan pasca proyek juga perlu diperhatikan. Yang terasuk disini adalah update perbaikan kesalahan (bugfix) aplikasi. Keunggulan dari aplikasi GNU/GPL yang open source ini adalah bila ada kesalahan (bug) aplikasi akan cepat diketahui dan perbaikannya juga akan cepat dibuat. Ini sangat penting mengingat tidak ada aplikasi yang sempurna.
Penutup
Demikianlah sekilas tentang pemanfaatan CMS Open-source, bagi situs eGoverment di Indonesia. Penulis berharap kajian sederhana ini dapat memberi wawasan tambahan bagi pembaca, khususnya yang berada di lingkungan pemerintahan. Yang akan berujung pada penghematan biaya dalam pembuatan situs web eGovernment.
Agus Suhartono