GMail: Baru!Warna dan Tema

Hari ini saya kaget ketika masuk halaman Gmail.Com. Ada berita menarik, sekarang GMail memiliki fitur tema sehingga tampilan GMail kita bisa warna-warni. Bagi Anda yang bosen dengan tampilan GMail lama yang ala kadarnya, musti mencoba fitur ini.

Selamat berwarna google :D

Agus Suhartono

NetBeans IDE 6.5 Now Available!

This is original message from nbannounce@netbeans.org:

NetBeans™ IDE 6.5 offers simplified and rapid development of web, enterprise, desktop, and mobile applications with PHP, JavaScript, Java, C/C++, Ruby, and Groovy.

New features include a robust IDE for PHP, JavaScript debugging for Firefox and IE, and support for Groovy and Grails. NetBeans IDE 6.5 also delivers a number of enhancements for Java, Ruby on Rails, and C/C++ development. Java highlights include: built-in support for Hibernate, Eclipse project import, and compile on save.

Combining excellent out of the box experience, compelling features, and a great plugin ecosystem, NetBeans IDE 6.5 is a must-download for all developers.

More information about NetBeans IDE 6.5:

NetBeans IDE 6.5 Features

NetBeans IDE 6.5 Tutorials and documentation

Guided Video Tour of NetBeans IDE 6.5

one feature that I am waiting for the Netbeans for PHP: refactoring, but not yet :(.
But you must try Matisse.

Agus Suhartono

Mengajari Entrepreneur pada Anak TK Kecil

Dear pengunjung,

Beberapa hari yang lalu anak sulung saya - Aqila - bercerita, “Bi, nanti di sekolah mau buat es lilin. Besuk mau dijual.” Saya mengiyakan saja. Hari berikutnya anak saya bercerita kembali, “Bi, tadi saya jualan es lilin, ada yang beli.” (Kata-katanya mungkin nggak persis, tetapi itulah maksudnya). Wow, anak saya sudah diajari menjadi entrepreneur!

Anda tahu kira-kira anak saya kelas berapa? Ya betul, anak saya baru TK kecil (Anda melihat judul kan, hayo ngaku?). Dia sekolah di Sekolah Alam Ar-Ridho. Ar-Ridho memang berbeda dengan sekolah yang lain, ia menerapkan konsep multiple inteligent, dimana setiap anak dianggap memiliki kecerdasan sesuai bakat dan minatnya. Anak-anak juga tidak difokuskan terlalu banyak menghafal, tetapi lebih ditekankan menganalisa keadaan.

Teman, saya jadi ingat ke masa kecil. Mungkin Anda masih ingat apa kira-kira yang diajarkan kepada kita sewaktu kecil dulu? Orang tua kita ngendika, “Sekolahlah yang pintar ya, nanti biar mendapat pekerjaan yang baik.”. Di sekolah kita juga diajari membaca, “Ini ibu Budi. Ibu Budi pergi ke pasar membeli sayur.” Yah, sejak kecil kita diajari untuk menjadi karyawan (pengikut) dan konsumen. Konon hal ini memang doktrin warisan kolonial.

Saya bersyukur anak saya mendapat pendidikan yang, insyaAllah, lebih baik. Saat ini kita memang harus bisa mandiri dan kuat dalam perekonomian. Dan cara yang terbaik adalah menjadi pengusaha. 14 abat yang lalu Rosulallah bersabda, “9 bagian dari pintu rizki adalah perniagaan.”

Doakan ya saya dan anak-anak saya bisa menjadi pengusaha sukses. Amin

Agus Suhartono

Jadi Entrepreneur Yuk!

Saat ini saya baru belajar menjadi entrepreneur dari Valentino Dinsi. Valentino Dinsi adalah seorang guru Enrtrepreneur Indonesia dan telah munulis buku best seller “Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian“. Banyak yang telah dibantu oleh Valentino Dinsi menjadi entrepreneur secara real.

Berikut katanya, “Diakhir tahun 2004 lalu Sugiharto memulai bisnisnya bersama saya. Dialah murid pertama saya. Kami masih ingat bagaimana Sugharto pertama kali memulai perusahaan distribusinya dengan berkeliling menggunaan BAJAJ menjajakan produk-produknya. Stafnya hanya seorang. Sekarang setelah dua tahun fokus menggeluti usahanya, produk yang ditawarkannya sudah lebih dari 1000 items, karyawannya berjumlah lebih dari 10 orang dan yang penting sebentar lagi ia akan mengendarai APV baru miliknya.”

Murah-meriah, hanya dengan Rp. 200.000,- Anda akan dibimbing menjadi seorang entrepreneur sejati melalui 10 modul ebook-nya dalam 10 minggu. Selain itu juga tersedia bonus audio book asli buatan Valentino Dinsi serta bonus lainnya.

Kalau tertarik silahkan ke sini: http://www.lets-go-entrepreneur.com/

Agus Suhartono

What Is Refactoring?

PHP, Enterprise Application dan Namespace/Package

PHP merupakan bahasa pemrograman yang memulai memanjat sebagai bahasa yang bisa digunakan untuk membuat Enterprise Application. Mulai PHP5 (PHP versi 5) konsep Object Oriented Programming telah ditingkatkan cukup banyak. Benarkah PHP siap menjadi Enterprise Language? Saya tidak menjawab ya atau tidak, tetapi keberadaan application framework semacam Zend Framework dan Prodo Framework paling tidak telah dipersiapkan untuk menjawab tantangan itu.

Tetapi ada sebuah hal yang cukup menggangu bagi pengembang dalam menggunakan PHP untuk membangun Enterprise Application, yaitu namespace. Sebuah Enterprice Application akan membutuhkan banyak kode sehingga membutuhkan pengorganisasian kode yang baik. Aplikasi akan terdiri dari banyak class, dimana class-class ini perlu dikelompokkan menjadi beberapa package. Sangat mungkin sebuah package berasal dari pihak ke tiga. Nah fungsi namespace adalah untuk mengidentifikasikan packege-packege supaya tidak terjadi benturan nama class yang disebabkan struktur aplikasi yang skala besar. (Untuk memahami konsep Namespace lebih lanjut, Anda dapat membaca bukunya Robert C. Martin, ‘Agile Software Development. Principles, Patterns, and Practice’ yang diterbitkan Prentice Hall, 2003.)
Read the rest of this entry »

3 Ekstensi ARTIO JoomSEF Dirilis

Setelah Ekstensi ARTIO JoomSEF untuk Easybook, saya akhirnya merilis 3 buah ekstensi sekaligus yaitu :

1. Ekstensi ARTIO JoomSEF untuk PonyGallery.
Ekstensi ini mendukung nama kategori sesuai levelnya (sub ketegori), misal : galleri/foto/fotopribadi, galleri/foto/jeprat-jepret.dll. Silahkan download di sini : sef_ext_ponygallery.zip.

2. Ekstensi ARTIO JoomSEF untuk Fireboard.
Khusus untuk ini FireBoard, saya akhirnyatidak menyarankan untuk memakainya, karena sistem ARTIO JoomSEF, kemungkinan akan berat jika posting di forum terlalu banyak. Tapi tidak ada salahnya jika Anda inginmencobanya. Silahkan download di sini: sef_ext_fireboard.zip

2. Ekstensi ARTIO JoomSEF untuk jEvent.
Silahkan download dan mencobanya. Ini filenya: sef_ext_events.zip

NOTE: Maaf keterangannyasingkat sekali nih, buru-buru mau ke Masjid.

Jabat erat selalu,

Agus Suhartono

Link of The Day

Hari Ini saya merekomendasikan blognya Cosa Aranda. Blog ini memiliki banyak artikel, tips & trics tentang AdSense, SEO / SEM, bisnis internet dan affiliasi, mencari uang di internet, CMS dan Wordpress dan juga pemrograman web.

Yang menarik, empunya situs menyediakan kunsultasi gratis mengenai AdSense, SEO/SEM dan Wordpress.

Nah tunggu apa lagi silahkan kunjungi saja.

Jabat Erat Selalu

Agus Suhartono

ARTIO JoomSEF Extension for EasyBook 1.0 Release

Hi, guys

I develop ARTIO JoomSEF Extension for EasyBook. Version 1.0 now is released with beautiful feature:

  1. First page: sitename.com/menuname/index.php
  2. Signup page: sitename.com/menuname/sign.php (or html)
  3. Support pagination like: sitename.com/menuname/page1.html, sitename.com/menuname/page2.html, etc.

If you like it, please download here: ARTIO JoomSEF Extension for EasyBook

Antara Abstract Class dan Interface?

Banyak programmer pemula biasanya kesulitan membedakan antara abstract class dan interface. Apa perbedaan antara abstract class dan interface? Kapan kita harus menggunakan abstract class dan kapan harus menggunakan interface?

Endy Muhardin dalam blognya menjelaskan secara teknis sebagai berikut :

Abstract class itu digunakan untuk mengimplementasikan pattern Template Method. Sedangkan interface digunakan (diantaranya) untuk mengimplementasikan pattern Observer.

Jadi di dalam abstract class kita diperbolehkan membuat implemantasi sebuah method, sedangkan dalam Interface semuanya harus dalam bentuk abstract. Untuk memahami apa yang dimaksud Endy, silahkan baca blog beliau selengkapnya.

Saya merasa ada yang hilang dari penjelasan diatas. Filosofi, yah filosofi apa itu abstract class dan apa itu interface belum tersentuh. Saya melihat sebenarnya ada perbedaan fungsional antara abstract class dan interface.

Abstract class secara filosofis lebih menekankan pada pembuatan kerangka untuk class-class lain yang ada kemiripan atau mempunyai tugas(method) yang mirip atau sama. Sebagai contoh kita ingin membuat class Square dan Circle, keduanya mempunyai method setCenter() dan draw(). Maka kita bisa membuat abstract class bernama Shape, dimana class Square dan class Circle diturunkan dari class Shape ini.

Sedangkan interface secara filosofis lebih berfungsi sebagai antarmuka yang membentuk komunikasi dengan code lain. Misalnya membentuk hubungan antara sebuah object dengan object yang lain atau hubungan antara object sebagai penyedia dengan code pengguna. Karena itulah interface ini banyak digunakan dalam dunia design pattern. Sebab kebanyakan dari design pattern ini menekankan hubungan antar object.
Mungkin karena berfungsi sebagai antarmuka itulah, mengapa sebuah object/class - dalam C#, Java dan PHP - bisa diturunkan dari banyak interface tetapi hanya boleh diturunkan dari sebuah abstract class. Itu artinya, sebuah object kemungkinan besar akan berkomunikasi dengan banyak code/object lain, dengan antarmuka yang berbeda-beda.

Nah, dari pemikiran filosofis di atas, ternyata di dunia realitas yang lebih cenderung pragmatis, perbedaan antara abstract class dan interface ini sangat tipis. Saya pernah menemukan artikel tentang design pattern menggunakan Delphi, semuanya memakai abstract class, bukan interface. Lalu kapan kita menggunakan abstract class dan kapan menggunakan interface? Tentu saja masing-masing programmer mempunyai cara yang unik yang dianggap memudahkan bagi dia. Saya sendiri lebih suka memakai pendekatan filosofis seperti yang saya jelaskan di atas. Tetapi penjelasan dari Endy Muhardin sangat membantu kita dalam mengidentifikasi perbedaan filosofis ini.

Bagaimana dengan Anda?